a

Monday, 1 February 2016

Urutan Tingkatan Versi Nama Android

Urutan Tingkatan Versi Nama Android - Kalian mungkin sudah akrab dengan nama-nama makanan yang disebutkan dalam versi Android karena memang nama-nama tersebut merupakan kode untuk tiap-tiap versinya. Pemberian nama ini pun gak sembarangan karena sebenarnya memiliki urutan berdasarkan alphabet, dimulai dari huruf C hingga seterusnya. Sehingga perbedaan dari masing-masing versi ini tentu saja cukup signifikan yang mana tiap-tiap versi baru akan memiliki update untuk menutup bug pada versi sebelumnya, atau membawa beberapa fitur baru.

Tapi yang jadi pertanyaan adalah kenapa Google memberikan nama-nama makanan pada tiap versi tersebut? Sebenarnya bukan sembarang makanan sih ya, tapi lebih ke makanan yang sifatnya manis. Mimin lupa pernah baca dimana, tapi kalo gak salah inget, pemberian nama kudapan (snack) atau makanan manis untuk tiap versi Android itu sebenarnya punya alasan sederhana, yakni mereka ingin sistem operasinya tersebut memiliki kesan "manis" seperti nama yang diberikannya pada tiap versi. Selain itu pemberian nama tersebut juga agar lebih mudah di ingat.

Nah buat kamu yang penasaran soal urutan atau tingkatan versi nama dari OS Android, berikut mimin akan berikan daftarnya :

Android v1.0 Alpha

Sebenarnya sebelum mereka memberikan nama-nama kudapan sebagai nama untuk versi OS nya, Android sempat memiliki 2 versi awal dengan nama Android Alpha dan Beta. Di versi awal ini belum ada perangkat dengan sistem operasi Android yang dijual secara komersil.

Android v1.1 Beta

Versi ini dirilis pada tanggal 5 November 2007 yang merupakan versi lanjutan dari Android Alpha. Kemudian lahirlah telepon seluler pertama dengan sistem operasi Android yang dijual secara komersil yakni HTC Dream.

Smartphone android pertama
Android v1.5 Cupcake

Android cupcake
Ini merupakan versi pertama yang menggunakan nama makanan manis sebagai kode nama untuk tiap versi Android yang kemudian tradisi untuk menamai versi Android dengan nama makanan manis masih diteruskan hingga saat ini. Android Cupcake dirilis pada tanggal 30 April 2009

Android v1.6 Donut

Android donut
Dirilis tidak sampai setahun setelah perilisan Android Cupcake, yakni pada tanggal 15 September 2009. Versi ini dihadirkan untuk menutupi bug pada versi sebelumnya, sekaligus untuk penambahan beberapa fitur seperti misalnya dukungan untuk perangkat dengan ukuran layar yang lebih besar.

Android v2.0 - 2.1 Eclair

Android eclair
Sistem operasi ini juga dirilis tidak sampai setahun setelah perilisan dua versi sebelumnya yakni pada tanggal 26 Oktober 2009. Mereka masih berfokus untuk menutupi bug yang ada dan juga menambahkan beberapa fitur seperti Bluetooth, flash pada kamera, fitur digital zoom pada kamera, multi-touch, live wallpaper, dan lainnya. Hadirnya perangkat seri Nexus dari Google yang pertama kali muncul yakni HTC Nexus One juga menggunakan versi OS Android Eclair.


Android v2.2 Frozen Yoghurt (Froyo)

Android froyo
Dirilis pada tanggal 20 Mei 2010. Perangkat dengan OS Android semakin banyak dan kehadirannya mulai dilirik oleh pasar meski masih jauh dibawah kepopuleran OS lain seperti Symbian dan Windows Mobile.

Android v2.3 Gingerbread

Android gingerbread
Dirilis pada tanggal 6 Desember 2010 bersamaan dengan dihadirkannya Nexus S yang merupakan perangkat smartphone seri Nexus yang diproduksi oleh Samsung. Versi OS ini juga mengawali kesuksesan Android di jagad smartphone meski masih kalah populer dengan BlackBerry OS. Beberapa vendor mulai serius untuk menggarap perangkat dengan OS Android.

Pada saat itu, Samsung dengan Galaxy series nya berperan besar dalam kesuksesan Android. Promosi yang luar biasa gencarnya membuat orang awam mulai mengenal sistem operasi Android. Bahkan saat itu sebagian besar orang beranggapan bahwa OS Android adalah milik Samsung karena kuatnya branding yang dilakukan oleh Samsung. Ini juga menjadi awal mula kedigdayaan Samsung di jagad smartphone.

Android v3.0 - 3.2 Honeycomb

Android honeycomb
Versi ini dirilis pada tanggal 10 Mei 2011 dan dirancang khusus untuk perangkat tablet, yang kala itu mulai populer di pasaran salah satunya berkat promosi Samsung dan juga kepopuleran Apple iPad.

Android v4.0 Ice Cream Sandwich

Android ice cream sandwich
Dirilis pada 16 Desember 2011. Bisa dibilang merupakan Android Honeycomb yang disempurnakan, dan dioptimalkan untuk penggunaan baik smartphone maupun tablet. Perubahan yang paling terlihat dari versi ini dibanding dengan versi sebelumnya adalah dari segi User interface yang nampak lebih bersih dan elegan. Versi ini juga lebih dioptimalkan untuk urusan multitasking.


Bersamaan dengan diperkenalkannya Android ICS, Google juga memperkenalkan perangkat Galaxy Nexus yang merupakan seri smartphone Nexus yang diproduksi oleh Samsung. Setelah versi ini, Google kemudian secara rutin memperkenalkan perangkat seri Nexus pada tiap kali mereka memperkenalkan versi Android terbaru.

Android v4.1 - 4.3 Jelly Bean

Android jelly bean
Dirilis pada 9 Juli 2012. Bersamaan dengan diperkenalkannya versi OS 4.1 pada 27 Juni 2012, Google juga memperkenalkan Nexus 7 yang diproduksi oleh ASUS. Nexus 7 (generasi 1) merupakan seri Nexus pertama yang merupakan perangkat tablet. Jelly Bean mengalami 3x update versi yakni 4.1, 4.2 hingga 4.3. Selanjutnya mereka memperkenalkan Android v4.2 bersamaan dengan dihadirkannya Nexus 4, smartphone yang diproduksi oleh LG plus Nexus 10, perangkat tablet yang diproduksi oleh Samsung.

Pada saat versi 4.3 dirilis, Google juga merilis Nexus 7 generasi 2 yang masih diproduksi oleh ASUS yang mana ia memiliki beberapa peningkatan seperti misalnya penambahan kamera belakang serta dukungan untuk konektivitas internet.

Android v4.4 Kitkat

Nama Kitkat diambil dari sebuah produk cemilan wafer berlapis coklat yang dimiliki oleh Nestle. Sebelumnya Android versi "K" ini disebut-sebut sebagai Key Lime Pie, namun atas beberapa pertimbangan akhirnya Google lebih memilih untuk memberi nama Kitkat. Ceritanya, Kitkat adalah salah satu cemilan yang tersedia di dapur kantor yang biasanya juga menemani para programer Google. Hingga seseorang berkata "Hey, kenapa kita tidak menamainya sebagai Kitkat?".

Android kitkat
Sesaat setelah ide itu muncul, Google segera menghubungi pihak Nestle sebagai pemilik merk dagang Kitkat dan mereka menyetujui pemberian nama Kitkat untuk versi Android K. Karyawan Google sendiri tidak mengetahui bahwa Android 4.4 akan diberi nama Kitkat karena yang mereka tau versi Android K adalah Key Lime Pie. Mereka baru mengetahuinya setelah patung maskot Android Kitkat diletakkan di kantor pusat Google.

Versi ini diklaim lebih ramah terhadap perangkat dengan spesifikasi seadanya. Bahkan perangkat dengan RAM 512 MB masih bisa menjalankan OS versi ini dengan mulus. Berbeda dengan Jelly Bean yang minimal harus memiliki RAM diatas 756 MB agar dapat berjalan dengan mulus. Bersamaan dengan dirilisnya Android Kitkat pada tanggal 31 Oktober 2013, Google juga merilis Smartphone Nexus 5 yang diproduksi oleh LG.

Android v5.0 - 5.1 Lollipop

Android lollipop
Dirilis pada tanggal 15 Oktober 2014, versi OS ini mengusung perubahan besar dari segi UI yang nampak lebih flat dengan konsep material design. Versi Android ini sudah mendukung arsitektur 64-bit sehingga sudah memungkinkan untuk penggunaan RAM diatas 3 GB pada hardware perangkat. Penggunaan prosesor 64-bit pun makin banyak diadopsi oleh para vendor, mulai dari penerapan pada perangkat flagship hingga perangkat kelas menengah kebawah.

Bersamaan dengan dirilisnya versi ini, Google juga memperkenalkan perangkat smartphone Nexus 6 yang diproduksi oleh Motorola, yang mana saat itu Motorola juga masih menjadi milik Google. Perangkat smartphone Android pertama yang menggunakan RAM diatas 3 GB adalah ASUS Zenfone 2 yang mengusung kapasitas RAM 4 GB.

Android v6.0 Marshmallow

Android marshmallow
Versi Android ini sudah diperkenalkan beberapa bulan lalu, namun hingga artikel ini ditulis Android Marshmallow belum dirilis secara resmi karena masih dalam tahap pengembangan. Banyak pihak yang meyakini bahwa Google juga akan memperkenalkan 2 perangkat smartphone Nexus sekaligus yang konon akan diproduksi oleh LG dan Huawei.

Nah itulah urut-urutan versi Android yang saat ini tersedia. Intinya, urutannya tersebut sama dengan urutan pada alphabet yang kemudian akan dijadikan karakter pertama untuk pemberian kode namanya (misal C untuk Cupcake, D untuk Donut dan seterusnya). Semoga saja mimin ingat untuk terus melakukan update pada artikel ini ketika versi terbaru lainnya mulai bermunculan. Silahkan jelajahi blog Dunia Gadget 558 ini untuk mendapatkan berbagai informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat :D

Referensi : Wikipedia
Read More >>

Cara Mengganti Font Pada ASUS Zenfone (Tanpa Root)

Cara Mengganti Font Pada ASUS Zenfone (Tanpa Root) - Sejak pertama kali diluncurkan, perangkat smartphone Zenfone dari ASUS sudah banyak sekali mendapatkan pembaruan khususnya pada aplikasi ZenUI yang diusungnya. Selain untuk memperbaiki masalah atau bug yang ada, pembaruan ini juga sering kali membawa perubahan atau fitur-fitur baru pada perangkat yang mana biasanya fitur yang dihadirkan tersebut merupakan permintaan dari sang pengguna.

Belakangan ini pihak ASUS seperti sedang fokus untuk mengembangkan fitur yang memungkinkan penggunanya untuk mengkostumasi tampilan. Ya, sejak beberapa bulan lalu mereka memang telah menyematkan beberapa fitur pada ASUS launcher seperti pilihan untuk merubah animasi scroll, icon packs dan lainnya. Dan kini kita juga sudah bisa untuk mengganti font dengan leluasa. Kabar baiknya adalah kita tidak perlu membuka akses root pada perangkat sehingga kita dapat menggantinya dengan aman tentram dan damai #halah

Nah bagi kamu yang belum tau cara untuk mengganti font pada perangkat ASUS Zenfone mu, disini mimin akan memberikan tutorial singkatnya karena memang fitur ini agak tersembunyi sehingga kita harus pintar-pintar untuk menemukannya. Oke, kita mulai langkah mudahnya:

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan update pada aplikasi ASUS Launcher dan ASUS ZenUI Services. Kamu bisa melakukannya dengan membuka aplikasi Google PlayStore, lalu pilih My Apps dan cari kedua aplikasi tersebut untuk di update. Jika sudah, silahkan ikuti langkah dibawah ini:

1. Pastinya kamu harus menyalakan layar terlebih dahulu, dan pada home screen silahkan swipe atau geser layar ke arah atas hingga muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini.

Menu kostumasi pada ASUS Zenfone
2. Itu adalah pilihan menu untuk mengkostumasi tampilan perangkatmu. Sekarang kamu harus cepat pulang jangan terlambat sampai dirumah mengklik menu More agar muncul pilihan tambahan seperti pada gambar dibawah ini. Silahkan pilih Font.

Mengganti font pada asus Zenfone
3. Disini akan terdapat beberapa pilihan kostumasi Font mulai dari ukuran (Font size), warna pada label aplikasi (Icon label color) hingga jenis font (Select font). Pilih Select font untuk mengganti jenis font dengan pilihan yang ada.

Memilih menu font yang ada
4. Di menu ini kamu bisa memilih font yang sudah tersedia. Pilih salah satu, sentuh tombol back dan font akan diganti secara otomatis. Atau jika kamu tidak menemukan pilihan font yang kamu inginkan, kamu bisa mengklik tombol Download yang ada di sebelah kanan bawah seperti pada gambar dibawah ini.

ASUS Zenfone 2 ganti font
And that's it! Font pada Zenfone mu sudah terganti, selamat yaa :D Cara ini sudah mimin uji pada perangkat ASUS Zenfone 2, dan kemungkinan juga dapat dilakukan dengan perangkat Zenfone lain atau bahkan mungkin pada perangkat tablet Fonepad. Sayangnya cara ini hanya akan mengubah font di bagian tertentu saja dan tidak akan mengubah font pada seluruh halaman atau aplikasi yang ada. Namun kamu bisa melakukannya dengan menyimak update artikel lanjutan yang sudah mimin buat dibawah ini.

UPDATE...!!!


Setelah mimin coba untuk mencari-cari akhirnya mimin menemukan cara yang efektif untuk mengganti font secara keseluruhan pada perangkat ASUS Zenfone dan tentu saja kamu tidak perlu melakukan root pada perangkatmu. Hanya saja untuk melakukan ini perangkat Zenfone mu harus sudah menggunakan sistem operasi Android versi 5.0 Lollipop dan diatasnya karena mimin belum mengujinya pada perangkat dengan OS dibawah versi tersebut (jika kamu ingin tetap mencobanya, silahkan saja, tapi resiko ditanggung sendiri yaa). Kamu hanya perlu menginstal satu aplikasi mengikuti langkah berikut ini :
NOTE : Khusus untuk Zenfone 5, pastikan perangkatmu sudah menggunakan firmware versi 3.24.40.78 (cek di setting - about - lihat build number). Kalau belum, silahkan lakukan update system. Thanks to mas Setyo.
1. Silahkan install aplikasi XDA Power Fonts, sedot disini. Kamu bisa mendonwload nya secara langsung di perangkatmu atau melalui PC/Laptop lalu memindahkannya ke perangkat.

Aplikasi untuk ganti font ASUS Zenfone
2. Jika sudah selesai, silahkan klik file apk yang sudah terdownload di perangkatmu itu atau jika kamu mendownload menggunakan PC, kamu bisa mencarinya di folder tempat kamu meletakkannya menggunakan aplikasi File manager lalu klik dan install. Jika ternyata ada keterangan "Install Bloked"(Install diblokir) maka kamu perlu memilih tombol Setting terlebih dahulu untuk membuka settingan perangkatmu. Silahkan loncat ke langkah no 5 jika ternyata tidak ada pesan blokir yang mimin sebutkan tadi.

Install blocked
3. Disini kita perlu sedikit mengubah settingan security. Klik tombol yang terdapat di sebelah kananUnknown Source (Sumber tidak dikenal) untuk menyalakannya dan mengijinkan penginstalan aplikasi diluar Google PlayStore.

Nyalakan unknown source
4. Jika sudah, silahkan buka aplikasi File Manager pada ASUS Zenfone mu, lalu cari folder Download dan klik file Power_FlipFonts.apk untuk menginstal nya. Silahkan klik Accept jika terdapat pesan popup.

Menginstall aplikasi pengganti font
5. Jika sudah, sekarang kamu hanya perlu mengaktifkannya saja. Silahkan masuk ke Setting lalu pilihDisplay.

Setting display
6. Setelah itu disana akan muncul beberapa pilihan, silahkan pilih menu Font Style seperti yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. Akan muncul menu popup yang menampilkan berbagai pilihan font yang bisa kamu pilih. Silahkan pilih salah satunya.

Mengganti font secara keseluruhan Zenfone
Dan selesai! Sekarang font pada perangkat ASUS Zenfone mu sudah berganti dengan yang baru. Dan ketika mimin mencobanya memang cara ini efektif untuk mengganti jenis font secara keseluruhan termasuk di dalam aplikasi.


Nah itulah cara untuk mengganti font secara keseluruhan pada ASUS Zenfone yang sudah diuji pada perangkat Zenfone 2. Silahkan jelajahi blog Dunia Gadget 558 ini untuk menemukan berbagai informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat :D
Credit : XDA Devs & Creator of this APK (Unknown)
Read More >>

Sunday, 31 January 2016

Cara Partisi SD Card Menggunakan Minitool Partition Wizard

Cara Partisi SD Card Menggunakan Minitool Partition Wizard - Sebelum menggunakan perangkat smartphone dengan OS Android, mimin tidak pernah mendengar istilah partisi. Hingga suatu ketika mimin memutuskan untuk menggunakan sebuah aplikasi bernama Link2SD, dan aplikasi tersebut meminta mimin untuk melakukan partisi pada microSD Card yang mimin gunakan untuk dapat memanfaatkan fitur pada aplikasi tersebut secara maksimal. Karena penasaran, mimin pun memutuskan untuk mencari tau di blog-blog sebelah, dan akhirnya mimin baru paham arti dari partisi tersebut dan apa fungsi atau kegunaannya. Secara default, sebuah SD Card hanya memiliki satu buah partisi dengan system file fat32.

Tujuan melakukan partisi SD card adalah untuk membagi memori atau ruang yang tersedia (secara virtual) menjadi beberapa bagian (dalam kasus ini menjadi 2 atau 3 bagian). Manfaat dari partisi SD Card adalah untuk memisahkan kumpulan data agar kita dapat menyimpan data tertentu pada partisi yang berbeda. Nah bingung kan? Makanya coba baca dulu deh artikel yang mimin kasih di link diatas itu.

Dalam kasus ini, kita akan dapat memanfaatkan partisi pada microSD card untuk membantu meringankan beban memory internal pada perangkat Android dengan memanfaatkan aplikasi seperti misalnya Link2SD. Oke mimin tidak akan berpanjang lebar lagi, berikut adalah langkah-langkah, alat serta bahan yang harus kamu punya untuk melakukan partisi pada memory:

BAHAN :
1. Install aplikasi Minitool Partition Wizard pada PC / Laptop. Silahkan sedot disini.
2. Card reader untuk menghubungkan microSD dengan PC/laptop. Kamu juga bisa menggunakan Adapter microSD jika laptop mu sudah mendukung fitur card reader.

Mohon diperhatikan untuk pengguna smartphone keluarga XPERIA dari Sony. Jika Link2SD memberikan pesan error pada perangkatmu setelah melakukan partisi, silahkan lanjut membaca di halaman berikutnya.

Langkah-langkah :

1. Sambungkan SD card ke PC dengan menggunakan card reader. Pastikan memory tersebut dapat terbaca dengan baik dan terdapat slot kosong setidaknya sekitar 500 MB hingga 1 GB.

2. Jangan lupa untuk backup semua file pada microSD ke PC/laptop milikmu (caranya tinggal mengcpoy / paste file nya ke PC). Jalankan aplikasi Minitool Partition Wizard pada PC. Pada apps tersebut, SD card milikmu akan terdeteksi di bawah disk 2 (F: ) seperti gambar di bawah

Mendeteksi sd card di minitool
3. Pilih disk 2 (F: ), klik kanan lalu pilih menu Move/Resize.

Cara menggunakan minitool partition wizard
4. Akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini. Perhatikan kotak atau bar yang berada dibawah section Size and location. Disana akan tertulis besaran ruang yang dimiliki oleh partisi utama (partisi 1) yang ada pada SD card yang kamu gunakan. Silahkan geser atau perkecil bar tersebut ke arah yang ditunjuk oleh gambar dibawah. Mohon baca keterangan dibawah gambar ini sebelum melanjutkan.

Mengatur besar ruangan memory sd card
KETERANGAN : Bagian ini merupakan partisi pertama (partisi 1) yang berguna untuk menyimpan data seperti musik, gambar dll sehingga membutuhkan memory yang besar. Untuk SD Card berkapasitas kecil (seperti pada contoh, 2 GB) mimin sarankan untuk menggunakan partisi ini sebesar 1.5 GB atau sesuai kebutuhan mu. Untuk memori yang lebih besar, silahkan atur sendiri sesuai kebutuhan mu, yang pasti partisi ini disarankan menggunakan memory sekitar 75-90% atau lebih (yang paling besar) dari kapasitas memory yang tersedia. Perlu dicatat pula bahwa kamu tidak perlu menyediakan ruang yang terlalu besar untuk partisi kedua nanti.

Perhatikan gambar diatas. Pada bagian yang diberi nomor 1 (partition size) merupakan besaran kapasitas untuk partisi ini (partisi 1). Sedangkan bagian yang diberi nomor 2 (unallocated space after) adalah besaran kapasitas yang tidak terpakai dan nanti akan kita manfaatkan sebagai partisi kedua. Jika sudah menentukan besarannya, silahkan klik OK untuk melanjutkan.

5. Sekarang akan muncul sebuah partisi baru yang terdapat dibawah disk 2 (F:) seperti pada gambar dibawah ini.

Mempartisi sd card
Pilih partisi tersebut, klik kanan lalu pilih Create seperti pada gambar dibawah ini. Jika muncul tanda peringatan, silahkan klik OK saja.

Cara partisi sd card dengan minitool
6. Akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini. Mohon diperhatikan pengaturan yang ada di dalam kotak berwarna merah. Lakukan pengaturan berikut :
Create as : Primary
File System : Ext 2

Pengaturan untuk mempartisi sd card
Pengaturan diatas sangatlah penting karena jika terlupa maka partisi kedua ini tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Perlu diperhatikan pula bahwa File system Ext2 tersebut adalah jenis file system yang disarankan untuk penggunaan aplikasi Link2SD. Jika kamu berniat untuk menggunakan partisi kedua untuk hal lain (aplikasi lain) silahkan sesuaikan dengan kebutuhan. Jika kamu hanya berniat untuk membuat 2 partisi saja (untuk menggunakan Link2SD), maka kamu bisa langsung mengklik OK tanpa mengubah besaran kapasitas penyimpanan pada bar Size and location dan kamu bisa langsung loncat ke langkah nomor 9.

Namun jika kamu ingin membuat partisi tambahan untuk hal lain, silahkan sesuaikan besarannya seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Untuk microSD dengan kapasitas kecil (4GB kebawah) tidak disarankan untuk membuat partisi lebih dari 2.

7. Sama seperti sebelumnya, jika kamu menyisakan kapasitas penyimpanan pada partisi sebelumnya, maka di menu awal aplikasi Minitool Partition Wizard akan menampilkan sebuah partisi baru. Silahkan pilih dan klik kanan partisi baru (partisi ke-3) tersebut dan pilih Create.

Membuat partisi baru di sd card
8. Biasanya partisi ketiga ini digunakan untuk membantu kinerja RAM pada perangkat dengan menggunakan aplikasi tambahan lain pada perangkat smartphone/tablet sehingga tidak diperlukan kapasitas yang terlalu besar (dibawah 500 MB). Dan biasanya file system yang digunakan untuk itu adalah Linux Swap, sehingga pengaturannya seperti pada gambar dibawah ini :
Create as : Primary
File system : Linux Swap

9. Sekarang perhatikan gambar dibawah ini khususnya yang berada di dalam kotak. Pastikan kamu telah melakukan setting Primary pada Type di semua partisi, dan untuk partisi pertama kamu Wajib menggunakan File system FAT32. Jika kamu hanya membuat 2 partisi maka tentunya partisi yang paling bawah itu tidak akan muncul.

SD card yang akan dipartisi
10. Mimin sarankan untuk melakukan cek kembali apakah settingan yang kamu lakukan sudah sesuai dengan keinginanmu, dan kembali mimin ingatkan untuk memperhatikan hal yang mimin tulis di langkah nomor 9. Jika ternyata kamu melakukan kesalahan atau ingin mengubah settingan, kamu bisa mengklik tombol Discard yang berada di bagian atas aplikasi dan kamu bisa mengulangi semuanya dari awal lagi. Atau jika kamu sudah yakin dengan settinganmu, silahkan klik tombol Apply yang berada di bagian kiri atas aplikasi.

Membuat partisi baru di sd card
11. Kamu disarankan untuk menutup aplikasi selain Minitool (kamu tetap boleh membuka browser untuk membaca artikel ini) dan bagi kamu yang menggunakan laptop, disarankan untuk tidak menggunakan power saving mode untuk mempercepat proses. Tunggu hingga proses selesai.

12. Dan sekarang microSD milikmu telah di partisi. Sekarang kamu bisa mencoba menggunakan aplikasi Link2SD pada perangkat Android milikmu. Jika kamu masih bingung untuk menggunakannya, kamu bisa membaca panduannya pada artikel cara menggunakan Link2SD.
Read More >>

Cara Menggunakan Link2SD Untuk Memindahkan Apps Ke SDCard

Cara Menggunakan Link2SD Untuk Memindahkan Apps Ke SD Card - Link2SD adalah salah satu aplikasi yang "wajib punya" untuk gadget Android terutama bagi smartphone atau tablet dengan kapasitas memory internal yang kecil. Seperti yang kita tau, aplikasi di Android sangatlah melimpah jumlahnya, serta besarnya ukuran file dari aplikasi tersebut tentunya akan membebani perangkat dan membuat memory internal akan cepat penuh karena data atau file dari hampir setiap aplikasi akan disimpan di memory internal.

Link2SD
Nah fungsi utama dari aplikasi Link2SD ini adalah untuk memindahkan sebagian data aplikasi tersebut ke External Memory. Namun berbeda dengan metode memindahkan aplikasi seperti biasa, Link2SD membutuhkan sebuah partisi khusus pada SD card untuk dijadikan tempat penyimpanan dari data aplikasi yang seharusnya disimpan di internal memory perangkat.

Jadi dengan metode tersebut seakan-akan aplikasi ini dapat menambah kapasitas internal memory pada Android sehingga memory internal akan lebih lega. Eits tapi perlu digaris bawahi ya, disitu ada kata "seakan-akan" sehingga sebenarnya tidaklah demikian. Oke, mimin anggap pemirsa sudah mengerti tentang gambaran singkat dari cara kerja aplikasi ini, sekarang mimin akan langsung saja memberikan tutorial singkat menggunakan aplikasi Link2SD. Sebelum memulai, siapkan terlebih dahulu beberapa hal berikut ini :
  • Perangkat Android yang sudah di root
  • Jika 2 hal diatas sudah disiapkan, silahkan install Link2SD dari Google PlayStore
Sekarang kita mulai langkah-langkah untuk memindahkan data aplikasi ke SD Card dengan menggunakan aplikasi Android ini :

1. Jalankan aplikasi Link2SD. Jika muncul permintaan akses root atau SuperUser, silahkan pilih Allow. Saat pertama kali menggunakannya, akan muncul pilihan file system pada partisi kedua dari microSD yang anda gunakan (ext2, ext3, ext4, FAT16/32) Ingat, SD card harus sudah dipartisi! Pastikan juga kamu memilih file system sesuai dengan ekstensi file system yang kamu pilih ketika mempartisi SD card mu.

Misalnya : Jika kamu mensetting partisi kedua dengan ekstensi ext2, maka kamu juga harus memilih ext2 pada Link2SD.

2. Lalu anda akan diminta merestart perangkat anda. Silahkan restart dan jalankan kembali Link2SD. Jika terjadi error mount script pada langkah ini, silahkan ulangi proses partisi dengan menggunakan file system yang berbeda (jika sebelumnya anda menggunakan file system ext2, silahkan ulangi partisi dengan menggunakan file sistem ext3 atau yang lainnya pada partisi kedua. Jika masih gagal, ulangi lagi partisi dengan menggunakan file system yang lain lagi).

3. Jika pada proses kedua berjalan lancar, langsung saja kita pilih aplikasi mana saja yang ingin kita pindahkan ke SD card. Perhatikan gambar dibawah ini. Sentuh icon yang berada di sebelah kanan atas seperti yang ditunjukkan pada gambar. Lalu akan muncul pilihan menu, pilih Multi-select.

Cara menggunakan Link2SD
4. Silahkan klik icon "select all" yang berada di bagian atas (seperti yang ditunjukkan oleh gambar dibawah) untuk memilih semua aplikasi yang memungkinkan untuk dipindahkan. Kamu bisa menyeleksi kembali aplikasi mana saja yang kamu rasa tidak perlu untuk kamu pindahkan.

Memilih aplikasi
5. Setelah selesai menyeleksi aplikasi, silahkan sentuh icon yang berada di sebelah kanan atas (seperti pada langkah 3) lalu pilih Link to SD card. Akan muncul menu konfirmasi seperti pada gambar dibawah ini. Pastikan kamu mencentang ketiga pilihan yang ada disana lalu pilih OK.

Memindahkan data aplikasi ke sd card
Note : Pilihan no 4 hanya bisa digunakan bagi yang menggunakan Link2SD versi berbayar
6. Tunggu hingga proses selesai dan lihatlah perbedaannya! Memory internal akan lebih lega karena sebagian data aplikasi yang anda pilih tadi telah dipindahkan ke SD card partisi kedua. Silahkan cek penggunaan memory dengan menyentuh icon yang berada di sebelah kanan atas lalu pilih storage info.

Melegakan internal memory android
Nah itulah langkah-langkah menggunakan Link2SD untuk memindahkan data aplikasi ke SD card.
CATATAN : Aplikasi yang sudah di Link to SD tidak perlu lagi dipindahkan ke SD card dengan metode biasa (move to SD). Karena sebenarnya aplikasi tersebut telah dipindahkan ke SD Card 2nd Part. (perhatikan gambar diatas).
Read More >>

Sunday, 3 January 2016

Download Adobe Photoshop CS3 Lite - File Ringan Fungsi Sama

Di dunia Design Grafis siapa yang ga genal dengan software dari Adobe ini? Yap, bener sekali gan, Adobe Photoshop ini salah satu software terkenal dan banyak diminati oleh kalangan masyarakat. Photoshop ini selain buat edit mengedit photo, membuat animasi, membuat banner, dll juga dapat digunakan buat untuk membuat template blog, :D gimana cara? nah disitu ane bingung gan, soalnya ane juga belum pernah coba, :D ane cuman pake buat edit photo, membuat desgin doang, coba di googling aja ya. Adobe Photoshop yang ane mau shared kali ini adalah Adobe Photoshop C3, silahkan bagi yang membutuhkan software secara Gratis Dan Full Version :)

Screenshot :



Cara Instal :
- Ekstrak file hasil download,
- Double Click "Adobe Photoshop CS3 Lite",
- Tunggu sampai instalasi selesai,
- Buka file photoshop.exe yang ada di folder :
C:\Program Files\Adobe\Adobe Photoshop CS3 (OS 32Bit)
atau
C:\Program Files(x86)\Adobe\Adobe Photoshop CS3 (OS 64Bit)
- Dan terakhir bikin shortcut di desktop agar mudah menggunakan. caranya klik kanan pada file, pilih "send to desktop (Create Shortcut).

Alternative lain untuk lebih mudah menggunakan pada file yang ber extention .psd klik kanan, pilih properties, pilih change, trus pilih program photoshop.

----------
Nama: Adobe Photoshop Cs3 Lite Portable
Tipe File: .Zip .Rar
Ukuran: 48 MB
Link Download: Klik Disini.
----------
Read More >>